Sunday, November 3, 2013

ARSITEKTUR LINGKUNGAN : TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN



BAJA RINGAN


Teknologi #bajaringan atau #bajaHi-TenG550, mnrt Ensiklopedia Encharta sudah ditemukan sejak 1950-an & digunakan untuk konstruksi bangunan. #rangkaatap
#bajaringan atau #bajaHi-TenG550 adalah baja berkualitas tinggi yg bersifat ringan & tipis dimana khusus untuk produk struktural seperti #rangkaatap haruslah dgn tegangan tarik tinggi (G-550).
Sdgkn utk berbagai produk home appliances diperlukan #bajaringan dgn tegangan tarik lebih rendah (G300, G250, dll) yg lebih lentur & lunak sehingga lebih mudah dibentuk.
Dengan adanya baja ringan ini penggunaan material bahan kayu sedikit berkurang yang berdampak pada pelestarian hutan yang lebih panjang lagi dan baja ringan ini harga nya lebih murah dah lebih kuat dari pada kayu.
#bajaHi-TenG550 bisa diartikan sebagai baja yg mempunyai derajat kekuatan tarik 550 MPa (Mega Pascal). Uji kualitas #bajaHi-TenG550 hanya dapat dibuktikan di laboratorium.
Karena tingkat kualitas & kuat tariknya tinggi, tak heran jika #bajaHi-TenG550 lebih tipis & ringan dibandingkan baja konvensional.
Sistem kerja rangkaian #bajaHiTenG550 ini menggunakan analisa teori Newton tentang gerak statika tarik & tekan.

Elemen Profil baja ringan :
1.       kuda-kuda atau rangka utama, profil baja ringan ini biasanya berbentuk "C" & memiliki ukuran yg lebih besar. Untuk mendapatkan kuda-kuda yg kokoh,cermati lebar bentangan & besar beban yg akan diterima,demikian pula dgn derajat kemiringan atap. Ketebalan material baja ringan untuk kuda-kuda & web berkisar 0,65-1,05 mm TCT (Thickness after Coated). Perhitungan kuda-kuda baja ringan amat berbeda dgn kayu,yakni cenderung lebih rapat. Semakin besar beban yg harus dipikul,jarak kuda-kuda semakin pendek. Misalnya,untuk genteng dgn bobot 75 kg/m2, maka jarak kuda-kuda menjadi 1,2 m. Perhitungan ini pun masih dipengarahui banyak faktor.
2.      Se&gkan reng ialah pengikat kuda- kuda yg posisinya melintang di atas kuda-kuda, serta mengikat kuda-kuda tersebut hingga membentuk suatu kerangka yg kokoh. Lempengan reng adalah profil yg paling kecil bentuk & ukurannya. Fungsinya sebagai penahan genteng atau jenis atap lainnya & sebagai pengatur jarak setiap baris genteng agar lebih rapi & lebih "mencengkeram". Ketebalan material reng berkisar antara 0,4 – 0.5 mm BMT (Base Metal Thickness).
3.      Asesoris tambahan seperti : talang jurai dalam, dudukan listplank, & flashing

Lapisan tahan karat :
Material baja harus dilapisi perlindungan terhadap serangan korosi, dua jenis lapisan tahan karat (coating):
Galvanized (Z220)
Pelapisan Galvanized
Jenis Hot-dipped continuous
Kelas Z22 ketebalan pelapisan 220 gr/m2
komposisi 95% zinc, 5% bahan campuran

Galvalume (AZ100)
Pelapisan Zinc-Aluminium
Jenis Hot-dipped-allumunium-zinc  
Kelas AZ100 katebalan pelapisan 100 gr/m2
komposisi 55% alumunium, 43,5% zinc & 1,5% silicon.

Koneksi Rangka Kuda -kuda #bajaHiTenG550 di Tumpuan :

Pada dasarnya rangka kuda-kuda #bajaHiTenG550 harusnya bertumpu langsung pada balok sehingga beban dari struktur atap rumah atau genteng langsung di pikul oleh balok .
Akan tetapi karena kondisi yg terjadi di lapangan pemasangan rangka kuda-kuda #bajaHiTenG550 untuk terhubung dgn balok memerlukan koneksi .
Beberapa cara dilakukan oleh fabrikator #bajaHiTenG550 untuk menghubungkan rangka kuda-kuda baja ringan ini dgn balok melalui antara lain sebagai berikut :
1. Sambungan rangka kuda-kuda dgn L braket . Penyambungan rangka kuda-kuda #bajaHiTenG550 dihubungkan dgn screw. Sedangkan L braket terhubung ke balok memakai dinabolt . Mengenai jumlah screw tergantung dari pembebanan yg dihitung & hasil dari perhitungan dari engineer.
2. Penyambungan dgn siku dibentuk dari #bajaHiTenG550 yg dibentuk menyerupai L braket . Prinsip penghubung ini sama dgn L braket . Akan tetapi dgn menggunakan bahan ini apabila memakai bahan yg tdk terpakai dari sisa-sisa truss maka bahan dapat lebih murah / hemat .
3. Koneksi berbentuk huruf U atau V. koneksi ini dipakai pada pemasangan rangka kuda-kuda #bajaHiTenG550 yg berbentuk setengah kuda-kuda atau yg menempel pada dinding vertical. Kuda-kuda #bajaHiTenG550 di klem dgn koneksi ini kemudian di dinabolt ke dinding
Pemasangan L braket ini biasanya dilakukan waterpass terlebih dahulu agar pemasangan #bajaHiTenG550 benar-benar flat & baik .

self drilling screw
Untuk sambungan pada baja konvensional atau baja berat dipakai sambungan las & sambungan mur baut . Untuk #bajaHiTenG550 sambungan antara truss satu dgn truss lain di pakai self drilling screw (SDS) .
Pemakaian screw ini disarankan sekali pakai saja sebab apabila dipakai berulang-ulang maka drat dari SDS kemungkinan sudah rusak . Screw ini bila dipakai berulang-ulang ketajaman dari mata screw sudah berkurang .
Perkuatan pada sambungan ini sangat penting sebab pada sambungan inilah kekuatan dari struktur atap #bajaHiTenG550. Apabila ada screw pada sambungan yg kendor maka kekuatan sambungan jadi berkurang .

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memasang screw (SDS) #bajaHiTenG550:
1.      jangan sampai berputarnya mata bor pada waktu memasang screw terlalu banyak sebab hal ini bisa membuat screw #bajaHiTenG550 jadi kendor .
2.      jumlah baut pada sambungan tdk boleh kurang dari 2 buah atau ditentukan oleh desain engineer struktur #bajaHiTenG550  & dipengaruhi juga gaya batang dari truss baja ringan tersebut atau beban yg berada diatas kuda-kuda dari rangkaian atap baja ringan tersebut.

Baut Rangka #bajaHiTenG550 yg bagus:
1. mempunyai Lapisan Coating Aluminium.
2. Baja bermutu
3. Daya kunci baut tersebut
4. Dilengkapi dgn karet EPDM untuk membantu penguncian & proteksi terhadap korosi di area lubang baut

KERAMIK AM 50


AM 50 dengan MICROBAN® dapat mengatasi masalah tumbuhnya jamur (black mold) sehingga memberikan perlindungan secara terus menerus dan tidak akan hilang walaupun sering dibersihkan.
AM 50 juga memiliki warna yang tahan terhadap sinar UV, halus dan sangat tepat digunakan pada area terpendam, basah, lembab maupun kering. Diperkuat dengan POLYMERIC BINDER™, sehingga menghasilkan pengisi nat yang memiliki daya rekat kuat dan tidak retak.
KEUNTUNGAN MEMAKAI AM 50
  1. Higienis. Mengandung MICROBAN®  untuk mencegah pertumbuhan jamur.
  2. Fleksibel. Mampu mengikuti muai susut keramik sehingga tidak retak.
  3. Daya rekat tinggi. Tidak mudah retak karena mengandung POLYMERIC BINDER™.
  4. Tahan sinar UV. Membuat warna tahan lama dan tidak pudar.
  5. Halus. Dapat digunakan untuk mengisi celah nat antara 1-4mm.
  6. Homogen. Proses pencampuran yang sempurna, sehingga menghasilkan warna yang homogen dan konsisten.
  7. Praktis. Siap pakai, cukup dicampur dengan air atau AM 54 – Cairan penguat pengisi nat dan siap untuk diaplikasikan.
  8. Beraneka ragam pilihan warna. Cocok digunakan untuk semua jenis warna dan corak keramik.
CARA PENGGUNAAN
TAHAP PERSIAPAN
  1. Sebaiknya aplikasi pengisi nat dilakukan setelah semen atau mortar perekat keramik mengeras, sesuai dengan petunjuk produk masing-masing (minimal 24 jam).
  2. Semen atau mortar perekat keramik yang berlebihan di celah nat harus dibersihkan.
  3. Pastikan celah nat bersih dan tidak berdebu.
  4. Lembabkan celah nat dengan spon atau kain basah sebelum aplikasi (terutama untuk keramik yang porous atau kondisi lapangan yang panas).
TAHAP PENCAMPURAN
  1. Rasio pencampuran menurut berat (330 ml air/1 kg AM 50) atau volume (1 bagian air/ 2,5 bagian bubuk). Komposisi air yang berlebihan dapat membuat nat menjadi rapuh.
  2. Tuangkan bubuk AM 50 sedikit demi sedikit ke dalam wadah pencampuran yang sudah terisi air bersih.
  3. Aduk hingga rata dan berbentuk pasta.
  4. Diamkan selama 5 menit agar polimer bereaksi dengan sempurna.
  5. Disarankan untuk membuat adukan secukupnya agar setiap adukan habis terpakai dalam waktu 60 menit.
TAHAP APLIKASI
  1. Ulangi pengadukan sebelum aplikasi.
  2. Isilah celah nat menggunakan trowel karet dengan arah diagonal. Pastikan celah nat terisi dengan padat dan rata.
  3. Bersihkan sisa bahan pengisi nat yang terdapat pada permukaan keramik dan jangan digunakan kembali.
  4. Dalam keadaan setengah kering, tekanlah pengisi nat dengan menggunakan perata nat agar menghasilkan nat yang padat dan sempurna.
  5. Pembersihan sebaiknya dilakukan segera setelah aplikasi (10-20 menit), sebelum sisa pengisi nat mengering di permukaan keramik.
  6. Hindari pembersih ubin yang mengandung kadar asam yang tinggi.
TAHAP PENGERINGAN
  1. Lantai dapat dilalui setelah 24 jam.
  2. Untuk hasil terbaik pada area terendam (kolam dan bak air), pengisian air dapat dilakukan setelah 7 hari dari aplikasi pengisian nat)

BETON GEOPOLIMER


Pada umumnya beton dikenal sebagai material yang tersusun dari komposisi utama batuan (agregat), air, dan semen portland (biasa disebut semen). Beton sangat populer dan digunakan secara luas, karena bahan pembuatnya mudah didapat, harganya relatif murah, dan teknologi pembuatannya relatif sederhana. Namun, akhir-akhir ini beton tersebut makin sering mendapatkan kritik, khususnya dari kalangan yang peduli dengan kelestarian lingkungan hidup, karena emisi gas rumah kaca (karbon dioksida) yang dihasilkan pada proses produksi semen.
Untuk memproduksi satu ton semen, gas rumah kaca yang dihasilkan sebesar lebih kurang satu ton juga. Gas ini dilepaskan ke atmosfer dengan bebas dan kemudian merusakkan lingkungan, di antaranya menyebabkan pemanasan global. Isu kedua yang kerap dipersoalkan adalah masalah keawetan beton itu sendiri. Bangunan beton pada umumnya sudah memerlukan perbaikan karena sudah mulai mengalami kerusakan ketika usia bangunannya baru mencapai 20 tahun, walaupun telah direncanakan dan dibuat sesuai dengan standar yang berlaku.
Menengok pada bangunan kuno dari zaman Romawi serta piramid megah di Mesir, mau tidak mau membangkitkan kekaguman para insinyur di masa sekarang. Betapa tidak, bangunan-bangunan tersebut sudah berdiri ratusan atau bahkan ribuan tahun dengan megah. Seringkali didapati dalam upaya restorasi bangunan kuno tersebut, beton modern yang digunakan sudah rusak beberapa tahun kemudian, ketika beton 'kuno'-nya masih utuh. Adalah Professor Joseph Davidovits dari Perancis yang pertama kali mengemukakan ide bahwa sesungguhnya piramid tidaklah dibangun menggunakan batuan yang dipahat-seperti halnya Candi Borobudur yang kemudian disusun menjadi bangunan yang mengundang kekaguman sepanjang masa dan menjadikannya salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Davidovits menyatakan teorinya bahwa batuan-batuan penyusun piramid tersebut dicor di tempat, seperti halnya pembuatan beton yang dikenal sekarang ini.
Davidovits memberi nama material temuannya dengan nama Geopolymer, karena merupakan sintesa bahan-bahan alam nonorganik lewat proses polimerisasi. Bahan dasar utama yang diperlukan untuk pembuatan material geopolymer ini adalah bahan-bahan yang banyak mengandung unsur-unsur silikon dan aluminium. Unsur-unsur ini banyak didapati, di antaranya pada material buangan hasil sampingan industri, seperti misalnya abu terbang dari sisa pembakaran batu bara. Selama ini, abu terbang-disebut demikian karena kecilnya ukuran partikel dan karenanya mudah beterbangan di udara-lebih banyak tidak dimanfaatkan dengan semestinya ataupun dipakai hanya sebagai bahan timbunan.
Penimbunan yang sembarangan bahkan berpotensi mengancam kelestarian lingkungan, selain mudah beterbangan dan mengotori udara, partikel-partikel logam berat yang dikandungnya dengan mudah larut dan mencemari sumber-sumber air. Untuk melarutkan unsur-unsur silikon dan aluminium, serta memungkinkan terjadinya reaksi kimiawi, digunakan larutan yang bersifat alkalis. Material geopolymer ini digabungkan dengan agregat batuan kemudian menghasilkan beton geopolimer, tanpa menggunakan semen lagi. Geopolymer dikatakan ramah lingkungan, karena selain dapat menggunakan bahan-bahan buangan industri, proses pembuatan beton geopolymer tidak terlalu memerlukan energi. Dengan pemanasan lebih kurang 60° C selama satu hari penuh sudah dapat dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi. Karenanya, pembuatan beton geopolymer mampu menurunkan emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh proses produksi semen hingga tinggal 20 persen saja.

Beton geopolimer adalah sebuah senyawa silikat alumino anorganik yang disintesiskan dari bahan – bahan produk sampingan seperti abu terbang (fly ash) abu sekam padi (risk husk ash) dan lain – lain, yang banyak mengandung silicon dan aluminium (Davidovits, 1997) Geopolimer merupakan produk beton geosintetik dimana reaksi pengikatan yang terjadi adalah reaksi polimerisasi. Dalam reaksi polimerisasi ini Alumunium (Al) dan Silika (Si) mempunyai peranan penting dalam ikatan polimerisasi (Davidovits, 1994) Reaksi Al dan Si dengan alkaline akan menghasilkan AlO4 dan SiO4.

Peranan unsur silikat dan alumunium sangat penting dalam proses polimerisasi. Hal ini ditunjukkan dalam bentuk rasio perbandingan Si/Al, semakin besar ratio Si/Al karakter polimer semakin terbentuk kuat.

Peranan unsur silikat dan alumunium sangat penting dalam proses polimerisasi. Hal ini ditunjukkan dalam bentuk rasio perbandingan Si/Al, semakin besar ratio Si/Al karakter polimer semakin terbentuk kuat. (geopolimer institute)

Beton geopolymer memiliki sifat-sifat sebagai berikut (www.geopolymer.org/technical data sheet) :
a. Pada beton segar (fresh concrete)
• Memiliki waktu setting 10 jam pada suhu -20°C, dan mencapai 7 – 60 menit pada suhu 20°C,
• Penyusutan selama setting kurang dari 0.05%,
• Kehilangan masa dari beton basah menjadi beton kering kurang dari 0.1%.
b. Pada beton keras (hardened concrete)
• Memiliki kuat tekan lebih besar dari 90 Mpa pada umur 28 hari,
• Memiliki kuat tarik sebesar 10-15 Mpa pada umur 28 hari,
• Memiliki water absorption kurang dari 3%




Kelebihan dan kekurangan beton gropolimer :
a. Kelebihan-kelebihan beton geopolymer (Frantisek Skvara,dkk, 2006) :
• Tahan terhadap api,
• Tahan terhadap lingkungan korosif,
• Tahan terhadap reaksi alkali silica.
• Tidak menggunakan semen sebagai bahan perekatnya, maka dapat mengurangi polusi udara.
• Mempunyai rangkak susut yang kecil.
b. Kekurangan-kekurangan beton geopolymer :
• Pembuatan beton geopolymer lebih rumit dibandingkan beton semen, karena membutuhkan alkaline activator,
• belum ada rancang campuran yang pasti.

FORBO LINOLEUM

Saat ini, masyarakat masih memiliki anggapan bahwa penutup lantai harus menggunakan keramik. Keramik dianggap praktis, gampang, dan mudah perawatannya. Perlu dicatat, itu untuk keramik dengan pemasangan standar atau keluaran pabrik. Jika ingin memodifikasi desain dengan memotong-motong keramik, perlu waktu dan juga tenaga yang lebih banyak untuk membuat model yang diharapkan. Belum lagi risiko keramik patah.
Begitupun dengan karpet. Iklim indonesia yang berdebu, membuat perawatan karpet menjadi melelahkan. Bakteri akan mudah mengendap di lantai. Kesehatan keluarga pun pada akhirnya harus dipertaruhkan. Sedangkan bila memakai parket, harga dan perawatannya dianggap masih terlampau mahal. Kayu yang melangka membuat harganya terus meroket.
Indonesia juga termasuk subur akan rayap. Walau sudah banyak produk antirayap, tetap saja belum dijamin ketahanannya.
Bila Anda ingin mencoba sesuatu yang baru, bahan penutup lantai yang memiliki daya tahan lama, berkualitas tinggi dengan desain yang inovatif, linoleum adalah salah satu solusinya. Anda bisa mewujudkan desain lantai yang ingin dihadirkan di rumah Anda pribadi.
Linoleum atau Forbo linoleum adalah bahan penutup lantai, terbuat dari minyak biji flax (linseed oil) yang dicampur dengan tepung kayu atau serbuk gabus dan direkatkan pada media berbahan dasar dari kain berserat kuat atau kanvas.
Forbo linoleum adalah material homogeneous. Tidak terdid dari lapisan-lapisan dan dari atas sampai ke bawah, materialnya akan berpenampilan sama. Forbo Linoleum menggunakan material jute sebagai backing, yang juga 100 persen alami. Begitupun dengan topshield sebagai lapisan pelindung permukaan, juga 100 persen alami.
Bentuknya hampir sama dengan vinil, tapi sebenamya bukan. Menurut Asmara, Direktur PT Indo Flooring, “Banyak orang yang mengira bahwa linoleum sama dengan vinil. Padahal itu beda, dan bedanya mendasar, yaitu dari bahan yang digunakan. Vinil dibuat dari PVC atau plastik yang tidak alami, sedangkan forbo linoleum dibuat dari 100% bahan alami, dan sangat ramah lingkungan.”
Ada tiga jenis linoleum yang terdapat dipasaran yaitu jenis marmoleum, artoleum, dan walton. Perbedaan yang paling mencolok adalah dilihat dari segi motif warnanya. Marmoleum, berasal dari kata marmer sehingga motif warnanya menyerupai batu marmer. Artoleum, secara garis besar ada tiga pilihan motif wama yaitu polos, motif kulit buaya, dan bintik-bintik awan. Sedangkan walton; secara garis besar motif warnanya seperti serat kayu, beton, dan desain kontemporer.
Dalam pemasangannya, semua jenis linoleum dapat dipadupadankan. Bahkan untuk mendapat desain dan bentuk lantai yang diimpikan


ALUMUNIUM


Aluminium merupakan jenis logam ringan , yang merupakan elemen berjumlah sekitar 8% dari permukaan bumi dan paling berlimpah ketiga. Aluminium ialah unsur kimia. Berlambang kimia Al, dan nomor atomnya 13 terdapat dalam penggunaan aditif makanan, antasida, buffered aspirin, astringents, semprotan hidung, antiperspirant, air minum, knalpot mobil, asap tembakau, aluminium foil, peralatan masak, kaleng, keramik , kembang api , panci, botol minuman ringan, tutup botol susu , melapisi lampu mobil dan compact disks. Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. Terang dan kuat. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas sehingga digunakan dalam kabel bertegangan tinggi.
Aluminium dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang. Tahan korosi. Juga secara luas digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang.
Aluminium Untuk Bahan Bangunan
Penggunaan aluminium untuk bahan bangunan diantaranya untuk kusen aluminium , pintu aluminium , rangka jendela aluminium , campuran atap baja ringan ( Zink alum ) dan lain-lain. Dengan semakin mahal nya harga kayu dan seiring dengan isu global warming, maka peran aluminium sebagai bahan bangunan menjadi sangat penting sebagai substitusi utama.
Kusen jendela dan pintu juga sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna, bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).
Kusen aluminium kini lebih sering digunakan pada semua jenis bangunan dibandingkan dengan kusen kayu. Selain karena lebih ramah lingkungan, kusen yang terbuat dari aluminium juga memiliki beberapa kelebihan lain jika dibandingkan dengan kusen kayu seperti yang akan dipaparkan berikut ini.
Kelebihan Kusen Bahan Aluminium jika Dibandingkan dengan Kusen Kayu
Kelebihan pertama dari kusen yang terbuat dari aluminium adalah tahan keropos. Permasalahan utama yang akan anda hadapi ketika anda menggunakan kusen kayu adalah pengeroposan yang diakibatkan oleh rayap. Jika anda menggunakan kusen yang terbuat dari aluminium, anda tidak perlu kuatir jika kusen anda akan keropos karena rayap tidak suka dan tidak bisa tinggal di kusen bahan aluminium.
Kelebihan yang kedua adalah tahan lama. Tidak seperti kusen yang terbuat dari kayu, kusen yang terbuat dari aluminium tidak mudah berubah, menyusut ataupun melengkung karena perubahan cuaca.
Kelebihan yang ketiga, kusen yang terbuat dari aluminium juga bisa dicat dengan menggunakan warna yang menyerupai kayu sehingga akan terlihat mirip dengan kusen kayu yang asli.
Keempat, kusen berbahan aluminium sangat mudah untuk dipindahkan. Berat kusen yang ringan membuat anda tidak akan kesulitan untuk mengangkat dan memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, desain kusen yang terbuat dari bahan aluminium juga bisa dipesan sesuai dengan keinginan anda.
Kelebihan yang kelima adalah ekonomis. Dilihat dari jangka waktu penggunaan serta kualitasnya, kusen yang terbuat dari aluminium jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan kusen kayu. Selain itu, kusen jenis ini juga bisa digunakan pada segala macam jenis bangunan seperti rumah, kantor, ruko dan masih banyak yang lainnya.

Sumber : http://karangpilanggading.blogspot.com/2011/04/pengertian-baja-ringan.html 
               http://archive.kaskus.co.id/thread/9027647/
               http://andalan68.wordpress.com/tag/keramik-2/
http://tipsrumahdanproperti.blogspot.com/2010_01_01_archive.html
http://maulanageng.blog.stisitelkom.ac.id/2012/06/19/penggunaan-aluminium-untuk-bahan-bangunan-3/
www.bogorjayaaluminium.com/kusen-aluminium-yang-tepat-untuk-bangunan-anda/

 





No comments:

Post a Comment